Mukjizat abad 20 “Doktor Cilik Hafal dan faham Al-Qur’an”

7 05 2009

Suatu ketika, ada seorang mahasiswa jurusan ilmu Al-Qur’an datang menemui Husein dan ayahnya. Dengan wajah tersipu, dia menyerahkan sebuah buku yang berisi penggalan ayat-ayat Qur,an. Rupanya dia kebingungan mencari dimana letak ayat-ayat itu dalam Al-Qu’an, karena yang tertera di buku itu hanya penggalan saja, tidak jelas apa awal ayat dan apa akhir ayat. Husein dengan tersenyum mengambil buku itu dan menulis catatan di
samping setiap ayat, yang menunjukkan ayat itu terletak di surat apa dan ayat berapa.

Sepenggal percakapan dengan Ayatulloh Musawi (banyak hadirin yang turut serta)

Tanya (T) : Apa kabarmu?
Husein (H) : “Dan penutup do’a mereka ialah Alhamdulillah Rabbil ‘aalamin” (QS 10:10) [maksud Husein, kabarnya baik-baik saja, dan untuk itu, segala puji bagi Allah pemilik Semesta Alam.]
T: Apakah ada ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang roti?
H : “Roti di atas kepalaku, sebahagiannya diamakan burung” (QS 2:115)
T : Di manakah Tuhan?
H : “Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.” (QS 2:115)
T : Berapa kali engkau membaca Al-Qur’an dalam sehari?
H : “8 hari terus menerus (QS 69:7)” [maksudnya: 8 kali dalam sehari]
T : Ayat mana dalam Al-Qur’an yang paling engkau sukai?
H : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS 9:128)
T : Apakah engkau juga suka bermain?
H : “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” (QS:47:36)

Seseorang di antara hadirin bernama Asghar bertanya, “apakah dalam Al-Qur’an ada kata ashgar?”
Husein menjawab, “Tidak ada yang lebih kecil (asghar) dan tidak yang lebih besar dari itu, melainkan dalam kitab yang nyata.” (QS 10:61).

Ketika Ayatullah Shali sedang mencicipi kue yang dihidangkan, beliau bertanya, “Coba bacakan ayat yang berkaitan tentang kue ini.”

Sambil tersenyum, Husein menjawab, “Maka mereka memenuhi perut dengannya” (QS 37:66) [Ayat ini sesungguhnya berbicara tentang makanan manusia di neraka, namun dalam dialog ini, Husein hanya menggunakan arti harfiah dari kalimat tersebut, yaitu: kue adalah sesuatu untuk memenuhi / sedikit mengenyangkan perut.]

Ayatullah Shalli kemudian menunjuk kea rah kamera video (handycam) tanpa berkata-kata. Dengan cepat, Husein berkata, “Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu.” (QS 64:3) [Kata yang dipakai dalam ayat ini adalah shawwara yang kata turunannya adalah tashwir dan dalam bahasa Persia kata tersebut dipaaki untuk menunjuk hasil rekaman video!]

Wow… how cool it is, isnt,it? Can U imagine it??
Di tengah rintik hujan, guyuran mutiara langit, di tengah hiruk pikuk manusia namun cenderung hening, tersihir pada huruf-huruf yang tertera dipaku oleh pandangan mata, seperti tak lelah punggung terbungkuk. Kulihat disana ada senyum terukir, ada tawa tertahan, bahkan ada mengernyit yang khas, ada yang berdecak kagum, ada yang tersipu malu, ada yang mengharu biru, bahkan ada yang sibuk mendorong benda mati yang tak berdaya, digeser kesana kemari oleh jemari tsabit/kokoh yang bolak-balik membereskan semua huruf semua kata yang terangkum dalam sebuah tautan dinamai buku!

Yah.. kali ini… ada sebuah buku yang sangat menarik perhatianku. Jujur, langkah kaki seakan mati berdiri, dan waktu seakan berhenti, perlahan namun pasti pandanganku tetumpu padanya. Rangkaian merah yang tertera disana : Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Qur’an! Tak sadar pelan berucap: Subhanaloh! Ketika kudekati, aku makin terbius..amboy… lihatlah! Wajahnya so qiyuutt.. sambil menyeruput sbuah kotak bernama minuman.. ah.. betapa polosnya seperti tak sebanding denagn gelar yang dia sandang! Andai aku mampu mencubit pipi chabi ituuu! Doktor.. yah doktor! Sekali lagi Doktor, kawan-kawan!

Dia…seorang doktor Honoris Causa 7 tahun, seorang anak kecil yang mampu menghafal seluruh Al-Qur’an, sebenarnya bukan hanya Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i, namun keistimewaan utama yang dimiliki Husein adalah kemampuannya dalam memahami makna ayat-ayat itu dan menggunakannya daalm percakapan sehari-hari. Dia bahkan mampu memilih ayat yang tepat untuk menganalisis sebuah masalah. Bahkan IPOLEKSOSBUDHANKAM dia lalap habis tandas tanpa sisa!

Wahai kawan mungkin aku telat mengetahui ada mutiara yang terkubang di lumpur yang bahkan lubangnya kugali sendiri! Namun aku yakin.. ilmu tak pernah usang dan aku bersyukur karenanya, karna Allah telah membelalakkan mataku. Oleh karena itu, walau buku ini telah dicetak ulang untuk ke- XVI, namun mari.. kita berbagi!

Karena tahukah kau kawan! Aku semakin yakin akan cita-cita yang selalu kugantungkan kepada_Nya.. aku ingin membangun sebuah rumah dan rumah itu kunamai dengan.. “Rumah Qur’ani”

Lalu.. ada apa dengan Husein? Siapakah dia? Bagaimana dia 16 tahun kemudian? Bagaimana aku merenda cita-citaku dalam rajutan yang memukau? Tunggu kisahku selanjutnya!! Cag!!

Best honourable dedicated to : Dina Y. Sulaeman


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: