Karena Aku ingin Menjadi Guru

8 05 2009

Karena Aku Ingin menjadi Guru

Suatu pagi di halaman rumah…

Flash back…. sosok gadis itu.. seperti tenggelam dalam dunianya sendiri.. ada banyak kertas bernama bepe-bepean alias BP (bongkar pasang.red). dia sibuk membongkar pasangkan secarik baju yang terbuat dari kertas pipih nan tipis, keningnya mengeryit, berlipat-lipat, menumpuk.. hingga siluet ‘manyun’ di bibirnya terukir. Kesal begitu jelas wajahnya berkata. Lalu terlontarlah “Ah ci aa mah beli bepe teh meni awon (jelek), tuh, gak ada yang cocok bajunyaaaa” (berteriak hampir menjerit hingga seantero rumah gempar). Lalu tergoipoh-gopoh kakak laki-lakinya datang, “Eh, kenapa ari euni.. (nama cilik gadis itu) ga boleh ambeuk gitu atuh, awon, katanya mau jadi guru, ko gampang marah gitu?? Nanti muridnya pada kabur lho!” entah mengapa, mendengar kata guru disebut, lengkung bulan sabit langsung terlukis di wajah mungil gadis itu. Entah jua berawal dari mana, ketika mendung menggayuti wajahku, kontan ke-5 kakakku berujar dengan nada mengancam.. kalau mau jadi guru, jangan titik-titik nanti titik-titik, dengan nafas berat yang tertahan, akhirnya kutahan bening mutiara itu meluncur agar tidak mengalir deras. Kenapa?? Baca entri selengkapnya »





Spring Loaded (via Theme Showcase)

30 12 2010

i love this

Spring Loaded A fresh, green theme with a clean layout and modern type. … Read More

via Theme Showcase





Mukjizat abad 20 “Doktor Cilik Hafal dan faham Al-Qur’an”

11 10 2010

Suatu ketika, ada seorang mahasiswa jurusan ilmu Al-Qur’an datang menemui Husein dan ayahnya. Dengan wajah tersipu, dia menyerahkan sebuah buku yang berisi penggalan ayat-ayat Qur,an. Rupanya dia kebingungan mencari dimana letak ayat-ayat itu dalam Al-Qu’an, karena yang tertera di buku itu hanya penggalan saja, tidak jelas apa awal ayat dan apa akhir ayat. Husein dengan tersenyum mengambil buku itu dan menulis catatan di
samping setiap ayat, yang menunjukkan ayat itu terletak di surat apa dan ayat berapa.

Sepenggal percakapan dengan Ayatulloh Musawi (banyak hadirin yang turut serta)

Tanya (T) : Apa kabarmu?
Husein (H) : “Dan penutup do’a mereka ialah Alhamdulillah Rabbil ‘aalamin” (QS 10:10) [maksud Husein, kabarnya baik-baik saja, dan untuk itu, segala puji bagi Allah pemilik Semesta Alam.]
T: Apakah ada ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang roti?
H : “Roti di atas kepalaku, sebahagiannya diamakan burung” (QS 2:115)
T : Di manakah Tuhan?
H : “Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.” (QS 2:115)
T : Berapa kali engkau membaca Al-Qur’an dalam sehari?
H : “8 hari terus menerus (QS 69:7)” [maksudnya: 8 kali dalam sehari]
T : Ayat mana dalam Al-Qur’an yang paling engkau sukai?
H : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS 9:128)
T : Apakah engkau juga suka bermain?
H : “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” (QS:47:36)

Seseorang di antara hadirin bernama Asghar bertanya, “apakah dalam Al-Qur’an ada kata ashgar?”
Husein menjawab, “Tidak ada yang lebih kecil (asghar) dan tidak yang lebih besar dari itu, melainkan dalam kitab yang nyata.” (QS 10:61).

Ketika Ayatullah Shali sedang mencicipi kue yang dihidangkan, beliau bertanya, “Coba bacakan ayat yang berkaitan tentang kue ini.”

Sambil tersenyum, Husein menjawab, “Maka mereka memenuhi perut dengannya” (QS 37:66) [Ayat ini sesungguhnya berbicara tentang makanan manusia di neraka, namun dalam dialog ini, Husein hanya menggunakan arti harfiah dari kalimat tersebut, yaitu: kue adalah sesuatu untuk memenuhi / sedikit mengenyangkan perut.]

Ayatullah Shalli kemudian menunjuk kea rah kamera video (handycam) tanpa berkata-kata. Dengan cepat, Husein berkata, “Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu.” (QS 64:3) [Kata yang dipakai dalam ayat ini adalah shawwara yang kata turunannya adalah tashwir dan dalam bahasa Persia kata tersebut dipaaki untuk menunjuk hasil rekaman video!]

Wow… how cool it is, isnt,it? Can U imagine it??
Di tengah rintik hujan, guyuran mutiara langit, di tengah hiruk pikuk manusia namun cenderung hening, tersihir pada huruf-huruf yang tertera dipaku oleh pandangan mata, seperti tak lelah punggung terbungkuk. Kulihat disana ada senyum terukir, ada tawa tertahan, bahkan ada mengernyit yang khas, ada yang berdecak kagum, ada yang tersipu malu, ada yang mengharu biru, bahkan ada yang sibuk mendorong benda mati yang tak berdaya, digeser kesana kemari oleh jemari tsabit/kokoh yang bolak-balik membereskan semua huruf semua kata yang terangkum dalam sebuah tautan dinamai buku!

Yah.. kali ini… ada sebuah buku yang sangat menarik perhatianku. Jujur, langkah kaki seakan mati berdiri, dan waktu seakan berhenti, perlahan namun pasti pandanganku tetumpu padanya. Rangkaian merah yang tertera disana : Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Qur’an! Tak sadar pelan berucap: Subhanaloh! Ketika kudekati, aku makin terbius..amboy… lihatlah! Wajahnya so qiyuutt.. sambil menyeruput sbuah kotak bernama minuman.. ah.. betapa polosnya seperti tak sebanding denagn gelar yang dia sandang! Andai aku mampu mencubit pipi chabi ituuu! Doktor.. yah doktor! Sekali lagi Doktor, kawan-kawan!

Dia…seorang doktor Honoris Causa 7 tahun, seorang anak kecil yang mampu menghafal seluruh Al-Qur’an, sebenarnya bukan hanya Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i, namun keistimewaan utama yang dimiliki Husein adalah kemampuannya dalam memahami makna ayat-ayat itu dan menggunakannya daalm percakapan sehari-hari. Dia bahkan mampu memilih ayat yang tepat untuk menganalisis sebuah masalah. Bahkan IPOLEKSOSBUDHANKAM dia lalap habis tandas tanpa sisa!

Wahai kawan mungkin aku telat mengetahui ada mutiara yang terkubang di lumpur yang bahkan lubangnya kugali sendiri! Namun aku yakin.. ilmu tak pernah usang dan aku bersyukur karenanya, karna Allah telah membelalakkan mataku. Oleh karena itu, walau buku ini telah dicetak ulang untuk ke- XVI, namun mari.. kita berbagi!

Karena tahukah kau kawan! Aku semakin yakin akan cita-cita yang selalu kugantungkan kepada_Nya.. aku ingin membangun sebuah rumah dan rumah itu kunamai dengan.. “Rumah Qur’ani”

Lalu.. ada apa dengan Husein? Siapakah dia? Bagaimana dia 16 tahun kemudian? Bagaimana aku merenda cita-citaku dalam rajutan yang memukau? Tunggu kisahku selanjutnya!! Cag!!

Best honourable dedicated to : Dina Y. Sulaeman





MD UN 2010,, PROGRAM BIODATA KOMPUTERISASI UJIAN NASIONAL,, siapkah sumber dayanya??

28 12 2009

MD_UN 2010 pk SW pascal. harusnya ada training trlebih dahulu untuk guru2 nya. jgn hanya membagikan cd master, habis itu selesai.walau ada manual entry, namun tdk detail petunjuknya, membuat bingung mreka. khawatir target pengumpulan tiap rayon n sekolah tidak trlaksanakan dgn baik. Heum,, kesiapan SDM harus diperhatikan jg

Langkah-langkah penggunaan Program Biodata untuk SD dan MI (BIOSD.EXE)

  1. Buat direktory untuk biodata pada Hardisk (Contoh : MD UN_2010.JBR), copykan File BIOSD.EXE dari disket/cd ke direktory tersebut, copy pula file-file yang ada pada direktori DATAPRG berikut direktorinya.
  2. Jalankan Program BIOSD dengan mengetik nama filenya.
  3. Pada Menu Utama muncul : Data, Proses, Cetak.




Pemimpin? sosoknya seperti apa??

28 06 2009

Bismillaahir rahmaanir rahiim……

Suatu Ketika, Rasulullah saw dan para sahabat menempuh perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Perbekalan semakin berkurang hingga air pun tidak lagi mencukupi hajat begitu banyak orang. Di tengah padang tandus dan pegunungan gersang, tidak ada yang dapat diharapkan selain kemurahan Allah SWT, maka dalam keadaan seperti itulah mukjizat berperan.

Abu Qatadah menuturkan, dari tempat wudhu Rasulullah saw yang dibawahnya mengalir air yang dapat mencukupi kebutuhan minum semua rombongan. Kepada orang – orang yang kehausan itu, beliau hanya meminta agar tidak berebutan karena semuanya akan mendapat bagian. Rasulullah yang menuangkan air, sementara Abu Qatadah yang membagikan. Setelah semuanya minum, tinggallah mereka berdua. Abu Qatadah tentu saja tidak mau mendahului pemimpin teragung yang berdiri di depannya, maka dia berkata, “Minumlah, wahai Rasulullah”. Tapi Baginda Rasul malah menjawab, “Tidak, orang yang memberi minum mesti minum paling akhir.” (HR Muslim).

Dalam momentum yang sangat kritis itu, Rasulullah saw memberi pelajaran besar tentang prinsip yang harus ditunjukkan oleh siapa pun yang mengurus kepentingan orang banyak, terlebih para pejabat dan pemimpin. Hal yang sama selalu beliau lakukan di pelbagai kesempatan. Bahkan, lazim diketahui bahwa jika ada rakyat yang terdesak kebutuhan, maka Rasulullah saw dan keluarganya selalu lebih dahulu mengulurkan tangan. Jika tidak punya, baru beliau minta bantuan kepada para sahabat. Sebaliknya, di kala senang, beliau akan lebih dulu memastikan semua orang mendapatkannya, sebelum keluarga dan dirinya sendiri.

Perilaku pimpinan akan berpengaruh langsung terhadap kondisi rakyat. Hukum kausalitas ini berlaku pasti, karena dalam Islam, hubungan pemimpin dan rakyat bermuara pada akad yang disepakati kedua belah pihak secara mengikat. Masalah ini begitu jelas, sehingga tidak perlu penjelasan teoritis yang rumit. Hanya, barangkali kita perlu sedikit membuka lemabaran sejarah untuk menguatkannya.

Prinsip kepemimpinan yang diajarkan Rasulullah saw di atas tampaknya begitu meresap dalam diri para sahabat. Saat mereka menjadi pemimpin, semuanya berprinsip dan berprilaku sama, harus menjadi orang yang pertama kali susah di saat rakyat susah dan menjadi orang yang terakhir senang di saat rakyat senang.

Ketika wilayah Hijaz dan sekitarnya dilanda musin kering panjang yang berlangsung hampair satu tahun (Ramadah), sehingga menurut al-Waqidi dalam Thabaqat Ibn Sa’ad, Madinah disesaki sekitar 60 ribu pendatang yang semuanya kelaparan, Umar bin Khaththab menolak makan roti enak dengan minyak samin, apalagi daging. Umar lebih memilih roti kering yang dimakan dengan minyak nabati, makanan yang juga dia hidangkan kepada rakyat yang sedang kelaparan itu.

Beberapa sahabat termasuk putranya sendiri, Abdullah, sempat memberi saran yang cukup logis agar Umar mengkonsumsi makanan yang lebih baik supaya kesehatannya terjaga dan lebih kuat untuk mengurus umat. Tapi Umar tetap menolak. Bahkan, makan sedikit enak dalam kondisi susah seperti itu dianggap Umar sebagai israf , perilaku berlebihan yang dibenci Allah. Selama mengatasi penderitaan rakyatnya itu, Umar menyatakan prinsip yang tegas, seperti dituturkan ath-Thabari, “Bagaimana aku bisa peduli terhadap nasib rakyatku, jika aku tidak ikut menderita seperti mereka!”

Sikap seperti ini hanya akan muncul dari pemimpin yang memahami kekuasaan sebagai amanah yang harus ditunaikan kepada yang berhak, yaitu rakyat. Pemimpin yang memahami kekuasaan sebagai taklif (tugas berat dari Allah) dan bukan sebagai tasyrif (penghormatan), sehingga popularitas dan penghormatan tidak diberhalakan sebagai parameter kesuksesannya, melainkan kebenaran dalam menunaikan amanah. Jika tidak demikian, maka yang akan muncul adalah asumsi bahwa pemimpin adalah ‘tumbal’ kesejahteraan rakyat.

Ditengah masyarakat yang sejahtera, pemimpin bisa dan boleh kaya, sekaya Usman bin Affan misalnya, yang piutangnya di tanan Thalhah saja menecah 5.000 dinar (5 miliar rupiah) dan setiap Jum’at memerdekakan seorang budak. Ini berarti, menurut al-Haitsami, 2400 budak telah dimerdekakan Usman selama hidupnya. Tapi itulah Usman, piutang sebanyak itu dia putihkan begitu saja. Pakaian sehari – hari seharga pakaian rakyat biasa. Bahkan menurut Imam Ahmad dalam az-Zuhd, Usman selalu menjamu masyarakat dengan makanan selayaknya makanan raja. Tapi di dalam rumahnya sendiri, hanya tersedia roti dan minyak nabati.

Dalam kondisi sulit ini, kita butuh pemimpin yang maun hidup bersahaja, agar rakyat hidup sejahtera.

Wallahu’alam…

Sumber : Asep Sobari, Majalah Sabili No. 25 TH XVI 9 Rajab 1430 H
(Unee Ryanthie Mungil)





SIKAP MENTAL POSITIF, bisa dibentuk? Gimana caranya??

16 05 2009

SIKAP MENTAL POSITIF, bisa dibentuk? Gimana caranya??

Para ahli psikologi telah membuktikan bahwa kualitas hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh sikap mentalnya. Orang yang mempunyai sikap mental negatif, cenderung menarik hal-hal yang negatif terjadi dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang mempunyai sikap mental positif, maka akan cenderung menarik hal-hal yang positif pula. Bila Anda ingin lebih bahagia, lebih sejahtera dan lebih berhasil, Anda perlu mengembangkan sikap mental yang positif. Bagaimana caranya?
Mari kita bahas dalam kiat-kiat yang sudah terbukti bahkan teruji ini!

1. Berusahalah untuk selalu melihat sisi POSITIF di balik setiap situasi situasi yang negatif. Ambillah hikmah dibalik setiap musibah, carilah berkah di balik setiap masalah, petiklah pelajaran di balik setiap kegagalan. Dengan menemukan hal-hal POSITIF, Anda tidak akan dikalahkan oleh situasi yang negatif. Misalnya, anggaplah kegagalan sebagai sukses yang tetunda. Anggaplah hambatan-hambatan sebagai tantangan bukan ancaman. Jadikan kondisi sakit sebagai momen untuk mulai menghargai dan memelihara kesehatan.

2. Temukanlah sikap, kebiasaan atau keyakinan yang bersifat negatif. Sadarilah betapa semua itu sangat berpotensi merusak kehidupan dan kepribadian. Lalu, ubahlah dengan sikap, kebiasaan atau keyakinan yang bersifat POSITIF. Misalnya, kebiasaan menunda diganti dengan kebiasaan bertindak, sikap mudah putus asa diganti dengan sikap pantang menyerah, keyakinan bahwa masa depan suram diganti dengan keyakinan bahwa masa depan pasti cemerlang bila kita mempersiapkannya dengan baik. Pepatah.. mencegah lebih baik daripada mengobati, mujarab lho!!

3. Milikilah keyakinan bahwa untuk setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Tentu saja keyakinan itu sendiri tidak akan menyelesaikan masalah, namun keyakinan itu bisa membuat Anda lebih efektif dalam mengatasi masalah

4. Biasakanlah mengatakan kebenaran yang POSITIF kepada diri sendiri. Tidak perlu menyangkal seakan-akan situasi yang negative itu tidak ada. Akuilah dengan jujur keadaan yang sebenarnya, namun kalahkanlah dengan pernyataan yang POSITIF. Misalnya, “Hari ini saya memang gagal, tetapi besok pasti lebih baik”, “Ujian ini memang gagal, tetapi besok psti lebih baik”, “Ujian ini memang berat, tetapi saya pasti bisa lulus”, dsb.

5. Milikilah perbendaharaan kata-kata POSITIF sebanyak mungkin, dan royallah mengucapkannya. Misalnya, “Saya optimis akan berhasil”, dsb. Ingatlah selalu bahwa kata-kata yang diucapkan itu sangat mempengaruhi kehidupan Anda. Kata-kata yang negative merusak kehidupan, sebaliknya kata-kata yang POSITIF membangun kehidupan yang berkualitas.

6. Carilah atmosfir POSITIF dan hiruplah sebanyak mungkin. Bergaullah dengan orang-orang yang berfikiran POSITIF, bijaksana dan berwawasan luas. Bacalah buku-buku atau artikel yang memotivasi Anda untuk maju. Kalau memungkinkan, rajinlah menghadiri seminar-seminar mengenai kepribadian dan pengembangan diri.

7. Waspadalah terhadap polusi negative dari orang lain. Betapapun disiplinnya Anda menjaga pikiran, Anda tetap bisa terkontaminasi oleh kata-kata negatif yang diucapkan oleh orang lain kepada Anda. Misalnya, “Sudahlah, itu mustahil”, ‘’ Kamu tidak akan berhasil”, “Hidup ini sulit”. Jangan biarkan polusi dari luar itu merusak pikiran POSITIF Anda. Tangkallah dengan pernyataan yang POSITIF baik diucapkan maupun hanya di dalam hati.
Jadikan polusi negatif bak spam yang ga perlu moderasi atau bahkan filter,, just ignore it! Ganti dengan hal-hal yang POSITIF! Ingat poin nomor 4!

8. Waspadalah terhadap munculnya perasaan negative yang bias merusak. Diantaranya: rasa putus asa, frustasi, depresi, benci, iri hati, dsb. Cobalah temukan penyebabnya dan akuilah dengan jujur, kemudian kendalikanlah dengan pikiran POSITIF. Misalnya, rasa iri hati bila ditelusuri mungkin bersumber dari perasaan tidak mampu pada diri sendiri. Dan itu seharusnya memacu kita untuk meningkatkan kemampuan. Rasa frustasi dan depresi mungkin akibat kekecewaan yang berakumulasi. Cobalah menetralisir dengan mencari hiburan, refreshing, dsb.

9. Perkuatlah pikiran POSITIF dengan perbuatan-perbuatan POSITIF. Sebagai contoh: olahraga pagi adalah tindakan POSITIF dibandingkan bermalas-malasan di tempat tidur (maklum, hobi ke trek.. senam gitu deh..cuma sayang baru kuat 4,5 keliling, maunya 6 keliling..lanjutkan, semangat!!), berpenampilan rapih lebih POSITIF dibandingkan penampilan seadanya (sesuai sikon lah..), bergaul lebih POSITIF daripada mengurung diri di rumah (mengurung diri di kosan lebih ‘save’ daripada jalan-jalan disaat cekak :p), bermain musik atau membaca lebih POSITIF dibandingkan melamun, dsb.

10. Biasakanlah mengucap syukur dengan sungguh-sungguh. Bukti-bukti menunjukkan bahwa ada kekuatan di balik ucapan syukur. Orang-orang yang bisa mensyukuri hidup adalah orang-orang yang dapat lebih menikmati hidup karena bagi mereka hidup adalah anugerah yang luar biasa. Bila Anda mengalami kesulitan untuk mengucap syukur, kunjungilah teman yang sedang dirawat di rumah sakit, mampirlah ke Panti Asuhan, atau Rumah Jompo. Nanti Anda bisa mulai mensyukuri kehidupan dan kesehatan yang tidak ternilai harganya. Ketika terpuruk, sering-seringlah melihat ke ‘bawah’, niscaya kita akan lebih bersyukur. Begitu pula saat melihat ke ‘atas’, jadikan itu sebagai motivasi hidup untuk berkata: Lanjutkan! Coz live must go on!!

11. Percayalah dan serahkanlah hidup Anda kepada_Nya. Ini adalah langkah utama untuk dapat membentuk sikap mental POSITIF. Hubungan yang baik dengan_Nya akan membuat Anda merasa damai sejahtera. Perkuat hubungan Anda dengan_Nya lebih mesra dan lebih romantis dari sebelumnya.Dengan hati yang sejahtera, Anda dapat hidup lebih tenang, lebih realistis, dan lebih POSITIF. Maksimalkan ikhtiar, sempurnakanlah do’a, setelah itu, barulah tawakal. Maka Anda akan Selalu mempunyai sikap cadangan/berlapang dada untuk menghadapi semua resiko, bahkan kemungkinan terburuk sekalipun.

IAM THE MAN/WOMAN WHO RISKED EVERYTHING!! (FOR THE TRUTH)





Karena Aku Ingin Menjadi Guru

8 05 2009